Akatsuki
adalah nama organisasi di serial Naruto. Organisasi Akatsuki adalah kumpulan
beberapa Ninja tingkat S yang berarti buronan, Ninja-ninja ini adalah ninja yg
berbahaya bagi semua orang. kali ini saya akan memberitahukan kepada kalian
semua karakter-karekter di dalam anggota akatsuki, mereka sangatlah kuat,
hebat, dan misterius. anggota pada akatsuki ada yang sudah meninggal, ada juga
yang masih hidup (aktif), dan ada pula yang telah keluar (penghianat). adapun
anggota-anggotanya yaitu :
Anggota Saat Ini
(masih hidup)
1. Zetsu
Umur : 56 tahun
Asal : Kusagakure
Status keanggotaan : Aktif
Cincin : 亥
Posisi cincin : Kelingking
kanan
Pasangan : Tidak ada
(sekarang dipergunakan oleh Tobi)
Penampakan pertama : Bab
234, Naruto Episode 134
Ciri khas : Mempunyai dua
kepribadian, Kanibal
Seiyu : Nobuo Tobita
Zetsu adalah seorang ninja
pelarian misterius. Tidak banyak yang diketahui tentang dia, selain
kesetiaannya kepada Akatsuki dan fungsinya sebagai seorang mata-mata. Kepalanya
diselubungi oleh Venus Flytrap yang besar, yang juga membungkusi tubuhnya.
Bagian kanan dari wajah dan tubuhnya berwarna hitam, sedangkan di bagian kiri
berwarna putih. Zetzu mempunyai dua kepribadian, di mana bagian hitam dari
wajahnya berbicara dalam Katakana, sedangkan yang bagian putih menggunakan
Kanji dan Kana. Kedua bagian tersebut juga sering berbicara satu sama lain, dan
kadang-kadang juga memiliki pendapat yang berbeda, seperti apakah diperbolehkan
Tobi menggantikan posisi Sasori dalam Akatsuki. Matanya berwarna kuning dan
tidak memiliki pupil
Zetsu sering kali menggunakan (Hiru Banshō: Bōka no Jutsu ?), yang membuatnya
bisa bersatu dengan tanah, pohon, dan tumbuhan yang lain untuk perjalanan jarak
jauh dengan cepat. Ia juga memiliki kemampuan yang dapat menggerakan tubuhnya
selama ritual penyegelan Bijuu berlangsung, di mana tidak ada seorang pun
anggota Akatsuki yang dapat melakukannya. Dengan begitu, ia bisa menjadi
pengintai selama ritual penyegelan. Untuk memudahkan tugas ini, Zetsu
meningkatkan daya penglihatannya untuk melihat jauh, dibandingkan dengan
kebanyakan orang. Sebagai tambahan, dalam perannya sebagai mata-mata, zetsu
berfungsi sebagai ninja hunter Akatsuki. Ia ditugaskan untuk melenyapkan mayat
yang menjadi korban dari “Teknik Pengubah Bentuk” (Shōten no Jutsu?) Ketua
Akatsuki, dan juga untuk menemukan kembali cincin dari Sasori dan Deidara.
Satu-satunya bawahan Zetsu yang diketahui adalah Tobi, yang kemudian
menggantikan posisi Sasori di Akatsuki setelah kematian Sasori. Sampai saat ini
anggota Akatsuki menganggap Zetsu lebih superior, karena mungkin hanya ia yang
seringkali menerima perintah langsung dari Pein.
2. Tobi (Uchiha Madara)
Umur : Lebih dari 100
tahun
Asal : Konoha Gakure
Status keanggotaan : Aktif
(Pemimpin Sekarang)
Cincin : (“Virgo”)
Posisi cincin : Jempol
kiri
Pasangan : Dulunya Deidara
(sekarang bersama Zetsu)
Penampakan pertama : Bab
280
Ciri khas : Topeng jingga
dengan satu lubang mata dengan pola pusaran yang terpusat pada mata kanan,
Sharingan, Mangekyou Sharingan
Tobi menjadi anggota
Akatsuki sesudah kematian Sasori dan menjadi partnernya Deidara. Tobi tak lain
dan bukan merupakan Madara Uchiha yang merupakan salah satu pendiri Konoha. Dia
telah dibunuh oleh Hokage Pertama di Valley of The End. Sampai sekarang belum
ada yang tahu bagaimana ia bisa hidup lagi, dan juga mengapa dia sampai menjadi
anggota Akatsuki. Tobi sebelumnya adalah bawahan Zetsu. Ia memakai cincin yang
sebelumnya dipakai oleh Sasori. Dalam pertarungan Deidara melawan Sasuke, Tobi
terperangkap dalam ledakan bunuh diri Deidara. Kemudian Zetsu menduga bahwa
Tobi telah mati dalam ledakan tersebut. Tidak seperti kebanyakan ninja pada
umumnya, tobi tidak menggunakan pelindung kepala sehingga desa asalnya masih
belum diketahui, sampai Ia mengungkap identitasnya sendiri setelah kematian
Deidara. Ia memakai topeng aneh yang menutupi seluruh wajahnya, sehingga hanya
mata kanannya yang kelihatan, yang kemudian diketahui adalah Sharingan.
Keahlian Tobi masih belum jelas, karena tidak pernah diperlihatkan bagaimana ia
bertarung. Ia dan Deidara mengalahkan Bijuu berekor tiga, tetapi Tobi
diperlihatkan tidak melakukan apa-apa, melainkan ia lari dari Bijuu tersebut.
Setelah pertarungan, Tobi mengklaim bahwa ia mengalahkan bijuu tersebut hanya
dengan satu serangan. Deidara tidak setuju dan mengatakan bahwa itu adalah
sebuah "kontribusi seni" (ledakan tanah liat) yang membawanya pada
kemenangan. Dalam pertarungannya melawan Sasuke, Tobi menunjukan kemampuannya
untuk memulihkan diri dari serangan yang fatal. Setelah terpotong oleh
pedangnya Sasuke, Tobi terjatuh dan kembali berdiri hanya dalam beberapa detik
dan hanya mengeluh tentang kecepatan serangan tersebut. Dari sini, Tobi tidak
lagi mempertunjukan teknik apapun. Menurut Pein, seseorang seperti Tobi bisa didapatkan
kapan saja jika dibutuhkan, sedangnkan Deidara digambarkan unik, menyatakan
secara tidak langsung bahwa Tobi adalah salah satu anggota terlemah dalam
Akatsuki
Tobi memiliki gaya bicara yang resmi dan benar. Walaupun penampilan fisiknya
masih menyisahkan misteri, Zetsu secara tidak langsunng menyatakan bahwa Tobi
masih muda, sementara sisi yang lain dari Zetsu mengatakan bahwa Tobi adalah
"anak baik". Tobi sangat menghormati Deidara, dan sering memanggilnya
dengan sebutan Deidara-senpai. Kepribadian Tobi agak sedikit ganjil jika
dibandingkan dengan anggota Akatsuki yang lain. Sementara anggota yang lain
sangat berdedikasi dan serius, meskipun sering terjadi pertentangan pendapat,
Tobi lebih santai dan agak konyol, seperti Naruto. Kepribadiannya tidak disukai
Deidara, yang meyakini bahwa semua Aktsuki seharusnya bersikap serius dan
tenang. Tobi tanpa sengaja sering menjengkelkan Deidara, yang mengakibatkan
Deidara menyerang Tobi dalam sebuah aksi komedi. Di sisi yang lain, Kisame
menghargai kemampuan Tobi yang membuat ceria organisasi mereka yang suram.
Tobi kemudian muncul sebagai dalang di balik Akatsuki. Pemimpin ini
mengisyaratkan tentang tujuan akhir Akatsuki yang berhubungan dengan Sharingan.
Setelah pertemuan ini Tobi menghubungkan dirinya sebagai Madara Uchiha. Ia juga
mengklaim bahwa ia memiliki kekuatan Sharingan yang sebenarnya.
3. Kisame
Hoshigaki

Umur : 29 di Naruto, 31 di
Naruto Shippūden
Asal : Kirigakure
Status keanggotaan : Belum
diketahui alias (fifty:fifty) kenapa?? karena pada saat di penggal oleh Raikage
dan Bee terkesan "sangatlah gampang" jadi terlalu aneh seorang
anggota akatsuki mati seperti itu, mungkin itu hanya clone atau bunshin
saja...hmm...menurut kalian apa??
Tinggi : 195 cm
Berat : 83.1 kg
Tanggal Lahir : 18 Maret
Golongan darah : AB
Cincin :
("Selatan")
Posisi cincin : Jari manis
kiri
Pasangan : Itachi Uchiha
Penampakan pertama : Bab
139; Naruto Episode 80
Ciri khas : Penampilan
seperti ikan hiu
Seiyu : Tomoyuki Dan
Kisame Hoshigaki adalah seorang ninja pelarian dari Kirigakure dan parntnernya
Itachi Uchiha. Tidak seperti kebanyakan pasangan yang lain dalam Akatsuki,
Kisame memiliki hubungan yang baik dengan Itachi. Sementara Itachi ditugaskan
untuk menangkap Naruto Uzumaki, target Kisame adalah Jinchuuriki Siluman berekor
empat, seorang lelaki tua yang dikalahkannya dengan susah payah. Kisame
memiliki penampilan khusus yang menyerupai ikan hiu, lengkap dengan kulit
berwarna biru pucat dengan mata yang kecil, serta memiliki struktur muka yang
menyerupai insang dan gigi berbentuk segitiga tajam. Sama seperti namanya,
Kisame, yang berarti “Ikan Hiu Iblis”. Meskipun penampilannya yang agak kasar
dan kecintaannya dalam bertarung, gaya bicara Kisame tenang dan memiliki sopan
santun jika dibandingkan dengan kebanyakan anggota Akatsuki yang lain.
Kisame merupakan salah satu dari Seven Swordsmen of the Mist (Kiri no
Shinobigatana Shichinin Shū?) dan juga dikenal sebagai kaijin dari Kirigakure.
Zabuza Momochi dan Raiga Kurosuki juga adalah anggota dari Kiri no
Shinobigatana Shichinin Shū. Seperti dua anggota yang lain, ia agak terlalu
percaya diri dalam pertarungan. Dengan jelas juga ia menikmati setiap
pertempuran dan kemungkinan memotong-motong lawannya. Sebagai contoh, ia
mempertimbangkan sebuah gagasan untuk memotong kedua kaki Naruto untuk
mencegahnya melarikan diri sebagai ganti dari memukul naruto sampai pingsan.
Selama pertarungannya dengan Asuma Sarutobi Kisame juga menikmati kesenangannya
dalam menyobek bahu Asuma dengan Shamehada.
Senjata utama Kisame adalah Shamehada (“Kulit Hiu”), sebuah pedang besar khusus
yang sebanding dengan ukuran zanbatō milik Zabuza Momochi. Tidak seperti pedang
pada umumnya, Shameda bukan digunakan untuk memotong, melainkan untuk mencukur,
dikarenakan permukaannya yang kasar seperti kulit hiu. Pedang ini juga
mempunyai kemampuan untuk menyerap chakra yang berada disekitarnya, membuat
kisame dapat memotong chakra lawannya. Jumlah chakra yang dapat diserapnya
masih belum jelas, tetapi Shamehada bahkan dapat mengkonsumsi chakra siluman
rubah, tanpa merasakan sakit. Shamehada juga merupakan senjata yang peka
perasaannya dan hanya Kisame yang diperbolehkan untuk memakainya. Ketika Guru
Guy mencoba untuk memdapatkan Shamehada dan menggunakannya untuk melawan
Kisame, pedang ini membalas dengan duri-duri yang keluar dari pegangannya dan
kembali ke Kisame.
Jumlah chakra Kisame rupanya sangat besar, bahkan diakui oleh stantar Akatsuki.
Pemimpin mereka mengomentari hal itu. Tubuh tiruan Kisame dengan tiga puluh
persen kekuatan, yang terbuat dari “Teknik Pengubah Bentuk” (Shōten no Jutsu?)
memiliki Chatra setara dengan Naruto disaat melepaskan chakra siluman rubah
waktu melawan Neji pada ujian Chunin, sebuah observasi yang dibuat oleh Neji
Hyuga ketika ia mengamati tubuh tiruan Kisame ini dengan Byakugan.
Kisame telah memperlihatkan kecepatan yang sangat mengagumkan kekuatan fisik
yang luar biasa. Ia menggunakan jutsu bertipe air yang sering dikombinasikan
dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa. Ia juga telah mempertunjukan
kemampuan menggunakan Suiton : Bakusui Shōha berarti elemen air: gelombang
ledakan air ,, yang membuatnya menciptakan air dari sesuatu yang tidak ada dan
mengubah medan pertempurannya menjadi sebuah danau dengan jurusnya yang lain.
Kisame juga menggunakan beberapa jurus bertema ikan hiu, seperti Suiton:
Suikōdan no Jutsu untuk menyerang musuhnya dengan ledakan air dalam bentuk ikan
hiu. Ketika musuhnya tenggelam, Kisame dapat menggunakan Suiton: Goshokuzame
untuk menciptakan lima ikan hiu penyerang.
Mantan
anggota (almarhum)
4. Pein (Keenam tubuh Pein)
Umur : Tidak diketahui
Asal : Amegakure
Status keanggotaan :
(Almarhum) Pemimpi
Cincin : “Nol” (”Tidak
ada”)
Posisi cincin : Jempol
kanan
Pasangan : Konan
Pengenalan Pertama : Bab
238; Naruto Episode 135
Penampakan Pertama : Bab
363
Ciri khas : Rambut Lancip,
Memiliki tindik di hidung dan di bagian tubuh, Rambut berwarna orange
Pein
adalah Ketua Akatsuki dan merupakan seorang ninja pelarian yang berasal dari
Amegakure. Tak ada satupun anggota Akatsuki, selain Konan yang memanggilnya
dengan namanya tetapi hanya menggunakan kata “pemimpin” saja, dan wajahnya
sangatlah jarang diperlihatkan. Dia memiliki kehormatan paling besar diantara
rekan-rekannya (pengecualian untuk Hidan yang termasuk anggota baru) dan dialah
yang mengarahkan aksi-aksi mereka. Dia jugalah yang menciptakan jutsu untuk
mengeluarkan monster berekor (Bijuu) dari Jinchuuriki. Dia juga bisa
menggunakan “Teknik Pengubah Bentuk” (Shōten no Jutsu?) yang dapat
menduplikasikan rekan-rekannya dengan menggunakan korban manusia, menjadikan
mereka dapat melawan musuh tanpa melukai dirinya. Hasil duplikasi ini sangatlah
mirip dengan aslinya, bahkan bisa memiliki kekkei genkai dan senjata khusus
seperti yang asli. Kemampuannya seimbang dengan jumlah chakra yang diberikan
kepada masing-masing hasil duplikasi ini. Ketika tiba saatnya berkumpul, Pein
dapat memanggil rekan-rekannya bahkan dari tempat yang sangat jauh dengan
menggunakan telepati.
Meskipun Pein kelihatannya memegang otoritas terhadap anggota Akatsuki, Ia
sendiri mengatakan bahwa masih ada seseorang yang berada di atas dia. Setelah
kematian Deidara, orang ini menugaskan Pein untuk menangkap Naruto secara
langsung, dan tidak menerima kegagalan. Identitas orang ini kemudian diketahui,
yang tidak lain adalah Tobi (Madara Uchiha) orang ini misterius karena
kemungkinan dia telah mati dalam pertarungan melawan Senju Hashirama (hokage
pertama) yang menggunakan tubuh Obito (rekan Kakashi bersama bersama dengan Rin
yang kini telah mati juga), Tobi merupakan dalang dari Akatsuki. Konan mengatakan
bahwa Pein tidak pernah kalah dalam pertarungan oleh siapapun atau apapun.
Walaupun Pein biasanya digambarkan tanpa nama, ia dilukiskan berambut pirang di
sampul bab 317. Ia diperlihatkan duduk pada sebuah patung aneh yang dipenuhi
banyak pipa, serta mengomentari Hidan dan Kakuzu yang selalu membuat masalah.
Patung ini terletak pada sebuah kota yang lebih modern dari biasanya. Kota ini
memiliki pipa-pipa yang mirip seperti di patung tersebut yang terletak pada
berbagai jenis gedung-gedung. Ia juga memiliki mata yang tidak lazim
(Rinnegan).
Pein digambarkan memiliki pengetahuan sejarah masa lalu berbagai macam desa,
dan juga yang mendasari kondisi polotik dan ekonomi pada kebanyakan negara.
Ketika Hidan menggambarkan tentang ninja Konoha sebagai ninja yang “jahat dan
kafir”, Pein memberikan gambaran singkat mengenai Will of Fire Konoha, dan
kemudian diteruskan dengan penjelasan bahwa semua negara memiliki beberapa
persamaan dalam praktek untuk membenarkan pertarungan.
Diketahui dari bawahan pein yang di tangkap jiraiya, ternyata pein adalah orang
yang sangat hebat dan kuat. di berhasil membunuh Salamander Hanzou yang saat
itu tak berhasil dikalahkan oleh Tiga Sannin Konoha (Orochimaru, Jiraiya, dan
Tsunade). Pein juga diketahui memiliki 6 tubuh yang tersimpan di ruangan
tersembunyi. Keenam tubuh itu ialah Animal,Naraka,Asura,Deva,Human,dan Preta.
Tubuh-tubuh tersebut semuanya memiliki mata Rinnegan, dan kekuatan yang sama.
Baru diketahui bahwa pein adalah salah satu mantan anak didik Jiraiya bersama dengan
konan yang dilatih saat dia dan kedua sannin yang lain menghadapi perang dengan
Amagakure.
Diantara ke 6 tubuh pein tadi ternyata masih ada satu tubuh lagi yang kini
telah diketahui oleh Naruto setelah mengalahkan tubuh terakhir Pein, ialah
seorang murid dari anak didik Jiraiya yang bernama Nagato di chapter ini Naruto
dan Nagato saling berbincang dan menceritakan bagaimana pedihnya kehidupan masa
lalu Nagato, akhirnya Naruto menyadarkan Nagato dengan sebuah buku yang
dikarang oleh Jiraiya. Hingga saat ini Pein tak diceritakan di bab kali ini dan
Tobi pun marah atas penghianatan pemimpinnya sendiri yaitu Nagato (pein).
Sasaran Bijuu Pein ini ialah Kyuubi si ekor sembilan di dalam tubuh Naruto.
Karena itu, dia menyerang Konoha untuk mencari Naruto dan membawanya ke sarang
Akatsuki. Pein juga hampir dapat mengalahkan Kakashi namun mengorbankan satu
tubuh Pein yaitu Asura.
5. Konan
Umur : Tidak diketahui
Asal : Tidak diketahui
Status keanggotaan :
Almarhum
Cincin :
("Putih")
Posisi cincin : Jari
Tengah, Tangan Kanan
Pasangan : Pein
Pengenalan pertama : Bab
238, Naruto Episode 135
Penampakan pertama : Bab
363
Ciri khas : Memiliki
aksesoris seperti bunga di kepala
Konan merupakan
satu-satunya anggota perempuan dalam Akatsuki. Ia memiliki rambut berwarna biru
dengan tambahan aksesoris bunga kertas, tetapi dari semua itu, anggota ini
masih menyisahkan banyak misteri. Konan memiliki kemampuan untuk memisahkan
dirinya menjadi berlembar-lembar kertas yang dapat berubah bentuk menjadi
origami kupu-kupu. Namun ninjutsu itu tidak berhasil jika tubuh Konan dibasahi
dengan zat cair. Baru diketahui bahwa Konan adalah bekas anak didik Jiraiya
saat dia dan kedua sannin yang lain menghadapi perang dengan Amagakure.
6. Deidara
Umur : 25 tahun
Asal : Iwagakure
Status keanggotaan :
Almarhum, belum diganti
Cincin : (“Biru/Hijau”)
Posisi cincin : Telunjuk
kanan
Pasangan : Dulunya Tobi,
sebelum itu Sasori
Penampakan pertama : Bab
247, Naruto Shippūden Episode 2
Ciri khas : Spesialis
ledakan menggunakan tanah liat, memanipulasi tanah liat menggunakan mulut di
telapak tangan dan dada, meneropong dengan mata kiri, mata kiri yang terlatih
untuk menggagalkan genjutsu Sharingan
Seiyu : Katsuhiko Kawamoto
Mati Akibat : Bertarung
dengan Sasuke dengan bunuh diri menghilangkan tubuhnya menjadi bom
Deidara adalah seorang
ninja pelarian dari Iwagakure dan pasangannya Tobi. Deidara menghubungkan
ninjutsunya sebagai seni dan meyakini bahwa setiap bom yang dibuatnya merupakan
suatu hasil karya seni. Motonya ialah Seni adalah sebuah ledakan yang merupakan
ungkapan asli dari seniman abstrak terkenal Jepang Tarō Okamoto. Deidara sangat
bangga dengan seninya dan secara langsung dengan segan menerima bahwa apapun
tidak dapat menghancurkan seninya, mengakibatkan ia seringkali menjadi terlalu
percaya diri dalam pertarungan. Deidara juga mempunyai kebiasaan untuk
mengakhiri kalimatnya dengan bergumam un atau mmm, seperti Naruto yang hampir
selalu mengakhiri kalimatnya dengan -ttebayo.
Dalam pertarungan, Deidara menggunakan mulut khusus di kedua telapak tangannya
untuk menciptakan “Bahan peledak tanah liat” (Kibaku Nendo?). Ia dapat
meledakan tanah liat tersebut dengan perintah “meledak” (Katsu?). Untuk harus
memasukan chakranya ke dalam tanah liat, agar tanah liat tersebut bisa meledak.
Semakin banyak chakra yang dimasukan, semakin kuat ledakannya. Deidara dapat
mengubah tanah liat ini menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan tujuannya,
seperti makhluk yang dapat digunakan untuk terbang atau untuk menyelinap,
tiruan dirinya sendiri untuk membingungkan musuh, atau juga beraneka bentuk
senjata seperti ranjau. Beberapa tanah liat bahkan dikategorikan dalam
peringkat tertentu, seperti “C4”. Kebanyakan tanah liat hasil ciptaannya
termasuk dalam kategori “C1”, dan kekuatan ledakannya sama seperti ledakan granat.
Naga raksasa dari tanah liat yang menggunakan bagian ekornnya untuk menembak
ledakan yang lebih kecil ke musuh termasuk dalam kategori “C2”. Kategori
“C3”nya adalah patung tanah liat yang tidak bisa bergerak yang digunakan
seperti bom, dan ketika menyentuh tanah memiliki potensi untuk menghancurkan
selruh desa. Kategori “C4” merupakan yang terakhir dan terkuat, diciptakan
melalui tanah liat yang dimakan dengan mulutnya kemudian mengeluarkannya dalam
bentuk tiruan raksasa dirinya. Disaat tiruan ini meledak, mengakibatkan
terlepasnya bom yang sangat kecil sekali dalam jumlah besar ke seluruh penjuru
dan memasuki tubuh lawannya melalui hidung, kemudian meledak, mengakibatkan
targetnya lenyap menjadi debu. Sebagai tambahan, Deidara masih memiliki tipe yang
tidak terkategori, menggunakan mulut di dadanya yang sebelumnya tersegel,
mengubahnya menjadi bom hidup yang dapat menghancurkan apapun dalam radius
sepuluh kilometer, dengan harga nyawanya sendiri. Deudara juga memakai teleskop
pada mata kirinya untuk pengamatan jarak jauh, dan juga telah terlatih untuk
menggagalkan genjutsu.
Sebelum bergabung dengan Akatsuki, sebelumnya Deidara adalah seorang teroris
bom bayaran. Tanpa sengaja ia direkrut oleh Itachi di bawah perintah sang
Ketua. Walaupun ia sudah terbiasa dengan Akatsuki, ia masih memiliki dendam
terhadap Itachi dan menunggu untuk mengalahkannya untuk menguji dirinya
sendiri. Setelah bergabung, deidara berpasangan dengan Sasori, yang juga
dipanggilnya “Master Sasori” (Sasori no Danna?). Ini mungkin karena Deidara
sangat menghargainya sebagai seorang seniman. Ia juga mengakui bahwa sasori
lebih kuat darinya. Meskipun demikian, Deidara masih sering berdebat dengan
Sasori tentang apa itu seni dan secara langsung tidak mematuhi perintahnya
dengan ancaman dibunuh.
Deidara ditugaskan untuk menagkap siluman berekor satu Shukaku, yang
mengharuskannya untuk menangkap Gaara. Meskipun ia berhasil dalam tugasnya,
Gaara masih bisa menghancurkan salah satu lengan Deidara sebelum ia dikalahkan.
Setelah siluman tersebut dikeluarkan dari tubuh Gaara dan rombongan Naruto tiba
untuk mendapatkan Gaara kembali, lengan Deidara yang satu lagi putus dalam
pertarungan melawan Kakashi Hatake dan Naruto Uzumaki, meskipun ia mencarinya
kembali setelah melarikan diri. Kedua lengannya dijahit kembali oleh Kakuzu,
membuatnya siap untuk bertempur lagi. Setelah kematian Sasori, Tobi ditugaskan
untuk menjadi partner Deidara yang baru. Deidara sering tidak sabar dalam
menghadapi Tobi, karena Tobi seringkali tidak memperhatikan apa yang diucapkannya.
Tobi juga sering mendapat penghargaan berdasarkan apapun yang dilakukan
Deidara. Setelah mereka menangkap siluman berekor tiga, Deidara menceramahi
Tobi yang menjadi terlalu percaya diri. Ia menjadi sangat jengkel ketika
menemukan bahwa Tobi telah tertidur, dan memaksanya bangun melalui ledakan
tanah liatnya. Walaupun hubungan mereka agak sedikit bermusuhan, deidara telah
menciptakan sebuah relasi guru-murid dengan Tobi. Tobi sering memanggilnya
sebagai guru (senpai). Dalam pertarungan, keduanya teruji dapat bekerjasama
dengan baik, di mana Tobi melakukan perintah Deidara, dan deidara
memperingatinya jika bom tanah liatnya terlalu dekat dengan Tobi. Sebelum
meledakan dirinya sendiri, ia meminta maaf kepada Tobi terhadap apa yang telah
dilakukannya.
Setelah mendengar kematian Orochimaru ditangan Sasuke Uchiha, Deidara menjadi
marah, karena seseorang selain dirinya telah membunuh Orochimaru, kemudian
memanggil Tobi untuk membalas dendam. Tak lama setelah menemukan Sasuke,
Deidara langsung memulai pertarungannya, walaupun Sharingan Sasuke dapat
menghindari ledakan tanah liat Deidara yang paling berbahaya. Deidara menjadi
sangat marah dikarenakan Sasuke menggunakan Sharingan untuk mengalahkannya,
seperti halnya ia dikalahkan Itachi beberapa tahun yang lalu. Deidara
memutuskan untuk menggunakan kategori ledakan “C4” nya untuk membunuh Sasuke
sebagai bukti bahwa seninya lebih baik dari Sharingan. Sekali lagi Sasuke dapat
menghindari ledakan tersebut, dan Deidara sudah kehabisan chakra untuk
menciptakan lebih banyak bom. Dalam upaya terakhirnya untuk membunuh Sasuke,
Deidara menggunakan mulut yang berada di dadanya dan mengubah dirinya sendiri
menjadi bom dengan harapan bahwa ia bisa membawa Sasuke bersama dengannya.
Sayangnya usaha tersebut gagal, dan Akatsuki berduka cita atas kehilangan
dirinya.
7. Hidan
Umur : Tidak diketahui
Asal : Tidak diketahui (
pelindung kepalanya bukan lambang Amagakure )
Status keanggotaan :
Hilang (terkubur di lubang), belum diganti
Cincin : (“Tiga
Tingkatan”)
Posisi cincin : Telunjuk
kiri
Pasangan : Dulunya Kakuzu
Pengenalan pertama : Bab
238, Naruto Episode 135
Penampakan pertama : Bab
312
Ciri khas : Tidak bisa
mati, membawa sabit besar bermata tiga, rambut cepak berwarna pucat
Mati Akibat : Terkubur di
lubang yang di buat oleh Shikamaru, saat menangkap ekor 2 nibi...namun saya
juga tidak tau apakah masih hidup atau sudah mati.
Hidan adalah anggota kedua
terbaru yang suka bicara kotor dan partnernya Kakuzu. Kanji pertama dalam nama
Hidan adalah hisha, yang berarti benteng dalam permainan shogi. Ia adalah
seorang penganut agama bernama 'Jashin', sebuah kepercayaan yang menyembah dewa
Jashin dan apapun yang tidak meghasilkan pengrusakan dianggap sebagai dosa.
Sebagai bagian dari agamanya, hidan memiliki sebuah jimat berbentuk segitiga
terbalik di dalam lingkaran. Sebelum pertarungan dimulai, ia berdoa pada jimat
ini, meminta pengampunan dan juga agar targetnya harus ditangkap hidup-hidup.
Setelah pertarungan dimulai, hidan sangat tidak suka jika pertarungannya
diinterupsi atau dipaksa untuk berhenti. Setelah bertarung, ia melakukan ritual
30 menit sesuai dengan kepercayaannya, yang memuncak dengan menikam dirinya
sendiri di dada dan berbaring di atas tanah.
Hidan rupanya tidak bisa mati. Ia masih memiliki kemampuan untuk berbicara
serta dapat bertahan hidup walaupun berada dalam kondisi sekarat dengan
dipenuhi banyak luka, serta lehernya terpenggal. Meskipun ia dapat hidup dalam
bagian yang terpotong, Hidan harus terhubung dengan tubuhnya agar bisa
dikendalikan. Walaupun kenyataannya ia tidak bisa mati, Hidan menyatakan secara
terbuka sebelum pertarungan bahwa ia mengharapkan dapat dibunuh oleh lawannya.
Dalam pertarungan, Hidan memegang sabit besar bermata tiga yang digunakan sebagai
sebuah proyektil yang dikendalikan dengan sebuah tali yang membungkus
pergelangan tangannya. Walaupun ia mampu untuk menyerang ninja paling berbakat
dengan senjatanya, Hidan mengklaim bahwa sabitnya membuat dia menjadi penyerang
terlambat dalam Akatsuki. Tiga mata sabit besarnya tidak dimaksudkan untuk
meningkatkan kerusakan dari serangannya, melainkan untuk meningkatkan
kesempatannya untuk mengambil darah musuhnya.
Setelah ia mendapatkan darah lawannya serta memakannya, Hidan menggunakan
darahnya sendiri untuk menggambar simbol dalam jimatnya di tanah. Kemudian
Hidan mengalami sebuah transformasi, menjadikan hampir dari seluruh kulitnya
berwarna hitam. Selanjutnya Hidan menggambar garis putih secara kasar pada
posisi yang sama dengan tulangnya. Dikombinasikan dengan sabit besarnya,
transformasi ini menjadikannya seperti Grim Reaper. Setelah transformasinya
sempurna, Hidan dan musuhnya menjadi “terhubung”, dan segala kerusakan yang
diterima Hidan berlaku juga untuk musuhnya (seperti boneka voodoo). Selama
berada dalam simbol tersebut, Hidan menggunakan tombak sebagai ganti dari sabit
besarnya untuk melukai tubuhnya sendiri, mengakibatkan sakit yang bukan main ke
tubuhnya dan lawannya. Dikarenakan tidak bisa mati, Hidan tidak terluka oleh
serangan tersebut, melainkan itu merupakan suatu kesenangan baginya. Setelah
mempermainkan musuhnya dengan memberiakn luka yang tidak mematikan, Hidan
menikam dadanya, yang mengakibatkan lawannya terluka, dan transformasinya
kembali seperti semula. Meskipun itu menjadi teknik yang sangat berguna, Hidan
harus tetap berada di dalam simbol. Jika ia meninggalkan simbol tersebut,
transformasi serta "hubungan" antara Hidan dan musuhnya masih ada,
membuatnya hanya perlu untuk kembali ke dalam simbol dan mengulang tekniknya.
Meskipun ia adalah seorang anggota Akatsuki, Hidan tidak menyukai banyaknya
formalitas yang dibutuhkan, teristimewa menjadi pasangannya Kakuzu. Lebih
spesifik, ia tidak menyukai kenyataannya bahwa Kakuzu bertarung semata-mata
hanya demi uang. Kakuzu juga tidak menyukai kemitraan mereka, dan memiliki
sedikit kesabaran untuk gaya bertarung dan ritual Hidan yang memakan waktu.
Walaupun demikian, dikarenakan kebiasaan Kakuzu yang suka membunuh semua
pasangannya dan Hidan yang tidak bisa mati, keduanya masih tetap berpasangan,
di mana Kakuzu dapat menyerang Hidan tanpa perlu ragu lagi untuk mendapatkan
pasangan yang baru. Ini juga memungkinkan keduanya untuk menggabungkan
serangan, di mana Hidan dapat mengalihkan musuh sementara Kakuzu menyerang dari
jauh tanpa meragukan keselamatan Hidan. Kemitraan Kakuzu juga sangant berguna,
di mana benangnya dapat menjahit bagian apa saja dari tubuh Hidan kembali
seperti semula, mengakibatkan lukanya dapat sembuh tepat waktu. Hidan juga
kelihatannya tidak menyukai Pein dan secara terbuka tidak menghormatinya di
depan anggota yang lain.
Hidan and Kakuzu kemudian melakukan perjalanan melalui Land of Fire, di mana
Hidan harus berhadapan dengan Asuma Sarutobi. Setelah membentuk sebuah
“penghubung” dengan Asuma dan bersedia untuk membunuhnya, Hidan dihentikan oleh
Shikamaru Nara. Meskipun Shikamaru dapat menghancurkan “penghubung” tersebut
dan membolehkan Asuma memenggal kepala Hidan, Hidan dapat segera kembali
bergabung dengan tubuhnya berkat bantuan Kakuzu, membentuk kembali "penghubung",
dan membunuh Asuma. Sebelum Hidan dapat menarik perhatian Shikamaru dan anggota
tim yang lain, ia dan Kakuzu dipanggil oleh Ketua Akatsuki. Setelah urusan
mereka selesai, Hidan dan Kakuzu kembali untuk menyelesaikan pertempuran mereka
dengan Konoha, meskipun dalam perjalanan mereka ditangkap oleh Shikamaru, yang
telah menunggu mereka. Walaupun Kakuzu dapat melarikan diri, Shikamaru berhasil
menggunakan teknik bayangannya pada Hidan untuk menyerang Kakuzu, walaupun
akhirnya ia memutuskan untuk memancing Hidan pergi sehingga anggota tim lainnya
bisa berhadapan dengan Kakuzu. Setelah mencapai tempat tujuannya, Shikamaru
berhadapan dengan Hidan dan menutupinya dangan kertas ledakan, mengakibatkan
terciptanya sebuah lubang di bawah Hidan. Akhirnya setelah memiliki kesempatan
untuk membalaskan kematian Asuma, Shikamaru menyalakan sebuah rokok dan
melemparkannya kepada Hidan, mengakibatkan kertas ledakan yang menutupinya
meledak. Disaat sisa-sisanya jatuh ke dalam lubang, Hidan berjanji untuk
membunuh Shikamaru bagaimanapun juga, membuat Shikamaru membalas dengan
menutupu lubang tersebut sehingga Hidan terperangkap di dalam reruntuhan.
Sementara tidak diketahui apakah dia masih hidup atau tidak, Akatsuki sudah
tidak menganggap lagi Hidan sebagai anggota.
8. Kakuzu
Umur : Tidak diketahui
Asal : Takigakure
Status keanggotaan :
Almarhum, belum diganti
Cincin : (“Utara”)
Posisi cincin : Jari
tengah kiri
Pasangan : Dulunya Hidan
Pengenalan pertama : Bab
238, Naruto Episode 135
Penampakan pertama : Bab
312
Ciri khas : Dapat
memperpanjang hidupnya dengan cara mengambil jantung manusia, dapat memiliki
lima jantung manusia secara bersamaan, dapat menggunakan seluruh lima elemen
chakra, tubuh terdiri dari jaring-jaring untuk menyerang dan memanipulasi tubuh
yang lain.
Mati Akibat : Diserang
oleh Naruto dengan jutsu barunya (Rasenshuriken)
Kakuzu adalah seorang
ninja pelarian dari Takigakure dan partnernya Hidan. Kanji pertama dalam nama
Kakuzu adalah kakugyō yang berarti menteri dalam permainan Shogi. Kakuzu adalah
seorang individu yang rakus, mengutamakan seberapa berharga suatu benda, dan
selalu hanya bergantung untuk mencari uang. Penghasilan favorit Kakuzu ialah
mengumpulkan hadiah selama menjalankan misinya., bahkan bersama-sama dengan
agama Hidan membuatnya lebih cepat untuk mengoleksi hadiah-hadiah tersebut.
Sejarahnya sebagai pemburu hadiah telah berjalan lama, dan ia sudah terbiasa
dengan syarat-syarat sebagai pengoleksi bahkan telah menghafal informasi serta
hadiah yang akan diberikan setelah menangkap target tersebut. Pandangan tentang
uang ini mengakibatkan Kakuzu menjuluki dirinya sebagai "Bendahara
Akatsuki", meskipun tidak diketahui apakah ini merupakan posisi yang
sebenarnya. Kakuzu juga mempunyai bankir dan akuntan pribadi. Walaupun tertarik
pada uang, ia menempatkan perintah Pein sebagai kesempatan untuk membuat
keuntungan.
Kakuzu memiliki struktur tubuh khusus yang terdiri dari banyak benang hitam
tajam yang melalui seluruh tubuhnya, yang dapat digunakan untuk memisahkan
bagian tubuhnya untuk serangan jarak jauh. Benang-benang ini dapat digunakan
juga untuk menyerang dan menusuk tubuh lawannya. Benang-benang ini rupanya
terbatas dan digunakan Kakuzu untuk mengubah penampilannya dan secara visual
dapat meningkatkan ukuran tubuhnya. Benang-benang Kakuzu juga memungkinkan ia
untuk memasukan organ asing yang lain ke dalam tubuhnya, serta dapat
memperpanjang hidupnya selamanya dengan mengambil organ sehat orang lain. Ia
telah menggunakan teknik ini untuk memperpanjang hidupnya, karena ia mengklaim
bahwa dirinya dernah bertasung dengan Hokage Pertama. Yang paling menyolok
adalah Kakuzu bisa menyimpan sampai empat jantung extra, yang disimpan dalam
topeng binatang yang dijahit di punggungnya. Setiap topengnya depat memisahkan
diri serta menyerang secara bebas.
Setelah terpisah dengan tubuhnya, topeng ini dapat mengeluarkan ledakan
berelemen chakra yang sangat kuat, di mana setiap ledakan diberikan nama:
Katon: Zukokku Fūton: Atsugai dan Raiton: Gian. Topeng-topeng ini juga dapat
bergabung untuk meningkatkan keampuhan serangannya. Jika jantung di tubuh
Kakuzu dihancurkan, salah satu topengnya dengan cepat dapat bergabung kembali
dengannya agar jantung tersebut dapat digunakannya, dan mengakibatkan topeng
tersebut hancur. Kakuzu juga menggunakan pertahanan jurus berelemen tanah
“Tubuh Besi” (Kurogane Karada), yang meningkatkan kekuatannya dan membuatnya
kebal terhadap serangan fisik.
Kakuzu sangat tidak menyukai bahwa faktanya ia membutuhkan partner sebagai
anggota Akatsuki, menurut kebiasaannya yang membunuh siapapun di sekelilingnya
(termasuk partner) ketika sedang marah. Dengan membunuh seluruh partner
sebelumnya, mengakibatkan Kakuzu dipasangkan dengan Hidan. Keduanya tidak
menyukai kemitraan mereka.
Ketika Hidan and Kakuzu melakukan perjalanan melalui Land of Fire untuk
menyelesaikan pertempuran sebelumnya, mereka bertemu dengan sekelompok ninja
Konoha yang terdiri dari empat orang. Setelah pertarungan dimulai, Kakashi
Hatake dapat menusuk Kakuzu dengan Raikiri, menghancurkan salah satu topengnya.
Jantung yang sebenarnya tidak cedera, kemudian Kakuzu mengeluarkan tiga topeng
lainnya untuk menyerang ninja Konoha. Disaat ia hampir menang, Shikamaru Nara
berhasil menipu Hidan menggunakan teknin seperti voodoo, mengakibatkan ia
kehilangan lagi satu jantungnya. Setelah mengambil jantung dari salah satu
topengnya, Kakuzu bersiap-siap untuk menghabisi lawannya, namun kedatangan
bantuan menghentikan serangannya. Naruto Uzumaki bertempur melawan Kakuzu dan
berhasil mengalahkannya menggunakan Fūton: Rasenshuriken yang memukul Kakuzu
sampai ke bagian selnya dan memutuskan seluruh urat sarafnya. Kakuzu sudah
tidak dapat bergerak lagi. Dengan sisa kekuatannya, ia berusaha mencari tahu
bagaimana ia bisa dikalakan oleh seorang “anak kecil”. Setelah itu ia berakhir
ditangan Kakashi.
9. Sasori
Umur : Tidak diketahui
Asal : Sunagakure
Status keanggotaan :
Almarhum, digantikan oleh Tobi
Cincin : (“Virgo”)
Posisi cincin : Jempol
kiri
Pasangan : Dulunya
Deidara, sebelum itu Orochimaru
Pengenalan pertama : Bab
238, Naruto Episode 135
Penampakan pertama : Bab
247, Naruto Shippuden Episode 2
Ciri khas : Ahli boneka,
tubuh boneka, spesialis racun
Seiyu : Takahiro Sakurai,
Yutaka Aoyama (Hiruko)
Mati Akibat : Dikalahkan
oleh Chio dengan menusuk jantung Sasori menggunakan replika boneka kedua orang
tua Sasori
Sasori, juga dikenal
sebagai Sasori si pasir merah (Akasuna no Sasori?), adalah seorang ninja
pelarian yang berasal dari Sunagakure. “Sasori” juga berarti kalajengking.
Setelah kematian kedua orangtuanya, Sasori dibesarkan oleh neneknya, Chiyo,
yang mengajarnya segala sesuatu tentang boneka. Setelah teruji mahir dengan
kemampuannya, Sasori menggunakan pengtahuan barunya itu untuk mengubah tubuh
kedua orangtuanya menjadi boneka dengan usaha agar bisa dicintai. Karena mereka
hanyalah boneka tanpa emosi, karya ini menjadi gagal, dan ia meninggalkan
Sunagakure selama dua puluh tahun sampai ia diperkenalkan. Suatu waktu setelah
meninggalkan desanya, Sasori bergabung dengan Akatsuki dan akhirnya berpasangan
dengan Orochomaru. Setelah Orochimaru meninggalkan Akatsuki, Sasori berpasangan
dengan Deidara, meskipun dendamnya terhadap Orochimaru selalu dibawanya.
Dalam kemitraannya dengan Deidara, keduanya sering berdebat, khususnya tentang
pertentangan pandangan mereka dalam seni. Deidara beranggapan bahwa seni itu
adalah sesuatu yang cepat hilang, sementara Sasori meyakini bahwa seni yang
bagus adalah sesuatu yang indah yang bisa bertahan lama sampai ke masa depan.
Ini mencerminkan sifat dasar individu mereka (Deidara membuat pahatan tanah
liat yang bisa meledak, Sasori membuat boneka-boneka manusia yang bisa bertahan
lama). Deidara dari luar kelihatannya menghargai keyakinan Sasori terhadap
seni, meskipun Sasori tidak menghargai keyakinan Deidara. Ia juga tidak
menyukai menunggu dan membuat orang menunggu. Sebagai anggota Akatsuki, Sasori
ditugaskan untuk menangkap salah satu dari siluman berekor (Bijuu), walaupun
percakapan singkat antara dia dengan Deidara menjelaskan bahwa ia bahkan tidak
tahu siluman berekor mana yang harus ditangkapnya.
Dalam pertarungan, Sasori menggunakan boneka-boneka, di mana favoritnya adalah
Hiruko, yang dikendalikan dari dalam untuk melindungi dirinya dari serangan
musuh. Karena Sasori sering menggunakan Hiruko, bahkan menghiasinya dengan
pakaian Akatsuki, kebanyakan orang hanya dapat menerimanya selama ia
menggunakan boneka itu. Jika Hiruko terbukti tidak berguna lagi, Sasori dapat
menggunakan dirinya sendiri dalam pertempuran, dikarenakan tubuhnya telah
diubah menjadi boneka. Ini juga memberikan keuntungan baginya untuk tampil muda
secara tidak wajar. Tubuh boneka Sasori membuat ia dapat mengontrol ratusan
boneka dalam sekali melalui mekanisme pada dadanya yang dapat menghasilkan
banyak benang chakra. Karena boneka tidak dapat mengendalikan chakra, Sasori
telah mengawetkan jantungnya dalam sebuah peralatan berbentuk silinder, yang
membolehkannya menggunakan boneka dalam pertarungan. Karena hanya jantungnya
yang merupakan bagian yang hidup dari dirinya, tubuh bonekanya pada hakekatnya
tidak dapat dihancurkan, sehingga ia dapat kembali ke bentuknya yang semula
jika ada bagian remuk.Sebagai tambahan, ia dapat memindahkan jantungnya ke
boneka yang lain, dan meninggalkan tubuh yang sudah tidak bisa diperbaiki.
Sebagian besar boneka Sasori terbuat dari tubuh manusia. Setelah organ-organ
dalam tubuh dikeluarkan, darahnya dikeringkan, kemudian tubuh tersebut
diawetkan agar tidak membusuk, selanjutnya bisa digunakan sebagai “Boneka
Manusia” (Hitokugutsu?). Karena boneka-boneka ini sebelumnya adalah manusia,
mereka sanggup menggunakan chakra dan jutsu, memberikan mereka keuntungan yang
drastis di atas boneka pada umumnya. Ia mengatakan bahwa ia memiliki 298 beneka
berjenis seperti ini. Boneka manusia favoritnya adalah Kazekage ke-3, yang
diculik dan dibunuh sebelum meninggalkan Sunagakure, yang juga berarti ia dapat
menggunakan kemampuan khusus Pasir Besi Kazekage ke tiga. Dengan Aka Higi:
Hyakki no Sōen berarti, teknik rahasia merah: Pengendali 100 boneka, Sasori
dapat memanggil seratus boneka manusia yang menjadi pasukannya, di mana mereka
merupakan lawan sasori yang sudah dikalahkan. Untuk meningkatkan kekuatan
serangan bonekanya, Sasori menambahkan racun pada boneka ciptaannya. Efek dari
racun ini segera bereaksi dan dapat membunuh targetnya setelah menderita selama
tiga hari. Hanya ninja medis yang sangat berbakat yang dapat menciptakan
penawar racun ini.
Sasori memiliki sejumlah mata-mata yang tersebar dalam dunia Naruto, yang
dikendalikannya melalui pikiran. Salah satunya adalah Yura, yang digunakan
Sasori untuk memudahkan Deidara menagkap Gaara. Setelah Deidara berhasil dalam
tugasnya dan siluman berekor satu Shukaku berhasil dikeluarkan Akatsuki dari
Gaara, rombongan Naruto tiba untuk mendapatkan kembali Gaara. Setelah rombongan
ini terbagi untuk bertarung melawan Deidara dan Sasori, Sasori harus berhadapan
dengan Chiyo dan Sakura Haruno. Dengan mengendalikan Sakura sebagai boneka,
Chiyo berhasil menolongnya menghancurkan Hiruko dan Kazekage ke tiga. Agar bisa
memenagkan pertempuran ini, Sasori menggunakan pasukan bonekanya untuk
mengalahkan pasangan Chiyo-Sakura, meskipun boneka Chiyo dapat mengalahkannya.
Setelah tubuh bonekanya tidak dapat bergerak lagi, Sasori berpindah ke tubuh
boneka yang baru, dan berusaha menyelinap untuk menyerang Chiyo, walaupun
Sakura menghalang serangan tersebut. Menggunakan kesempatan ini sebagai
keuntungannya, Chiyo memanggil boneka kedua orangtuanya, yang telah
dipersiapkannya sejak berangkat dari Sunagakure, yang kemudian menusuk jantung
Sasori dalam pelukan boneka itu. Sebagai hadiah bagi Sakura yang telah
mengalahkannya Sasori memberitahukan tentang mata-matanya Kabuto Yakushi dan
kapan serta di mana ia dapat menemuinya.
10. Itachi Uchiha

Umur : 17-18 di Naruto, 20
di Naruto Shippūden
Asal : Konohagakure
Status keanggotaan :
Almarhum, belum diganti
Tinggi : 175,2 cm
Berat : 57,1 kg
Tanggal Lahir : 9 Juni
Golongan darah : AB
Cincin : (“Merah Darah”)
Posisi cincin : Jari manis
kanan
Pasangan : Kisame
Hoshigaki
Penampakan pertama : Bab
139, Naruto Episode 80
Ciri khas : Ahli dalam
Genjutsu, memakai sharingan dan mangekyo sharingan
Seiyu : Hideo Ishikawa
Mati Akibat : Kalah dalam
pertarungan melawan adiknya sendiri (Sasuke) Itachi kalah karena dia telah lama
digerogoti penyakit di dalam tubuhnya dan menggunakan amaterasu secara
berlebihan
Itachi Uchiha adalah
seorang ninja pelarian yang berasal dari Konohagakure, partnernya adalah Kisame
Hoshigaki, dan merupakan anggota Akatsuki pertama yang diperkenalkan. Itachi
adalah salah satu dari Klan Uchiha yang tersisa, yang lainnya adalah adiknya
Sasuke Uchiha dan Madara Uchiha (yang dikenal juga sebagai Tobi). Ia
bertanggungjawab atas beberapa peristiwa dalam serial ini, seperti pembantaian
Klan Uchiha dan keluarnya Orochimaru dari Akatsuki. Itachi telah membuka serta
menguasai misteri dari Sharingan dan Mangekyou Sharingan. Ia juga adalah
seorang ahli yang luar biasa dalam ninjutsu dan genjutsu. Sasaran bijuu Itachi
adalah Siluman rubah berekor sembilan.
Mantan Agen (pembantu)
Kabuto Yakushi
Status : Keluar dari
Akatsuki
Penampakan pertama : Bab
10 – 30 di Naruto
Seiyu : -
Kabuto Yakushi sebelumnya
adalah mata-mata untuk Sasori, yang dikendalika melalui pikiran. Kabuto
digunakan Sasori untuk menyelundup ke dalam kelompok Orochimaru, tetapi
Orochimaru telah mengeluarkan kontrol pikiran setelah ia bergabung dengan
mereka. Kabuto kemudian mengkhianati Sasori dan Akatsuki sebagai tanda terima
kasihnya kepada Orochimaru.
Yura
Status : Almarhum
Penampakan pertama : Bab
247, Naruto Shippūden episode 2
Seiyu : Hideo Watanabe
Yura yang namanya berarti
“permulaan” dalam bahasa Jepang, melayani sebagai anggota terpercaya dalam
dewan penasehat Kazekage di Sunagakure selama empat tahun. Pada kenyataannya ia
adalah mata-mata Akatsuki yang ditugaskan oleh Sasori. Ia digunakan dalam
“Teknik pengubah bentuk” (Shōten no Jutsu?) Ketua Akatsuki, yang membuatnya
berubah bentuk seperti Itachi Uchiha dan tubuhnya dapat dikontrol oleh Itachi.
Naruto membunuhnya dengan Ōdama Rasengan ketika ia dalam wujud ini.
Penghianat Akatsuki
Orochimaru
Umur : 50-51 di Naruto, 53
di Naruto Shippūden
Asal : Konohagakure,
sekarang Otogakure
Status keanggotaan :
Almarhum setelah Keluar dari Akatsuki, belum diganti
Cincin : (“Langit”)
Posisi cincin : Jari
Kelingking kiri
Pasangan : Dulunya Sasori
Ciri khas : Penampilan
seperti ular, dapat memperpanjang hidup dengan memindahkan jiwanya ke tubuh
yang baru.
Mati Akibat : Kalah dalam
pertempuran melawan Sasuke
Orochimaru adalah seorang mantan anggota Akatsuki, yang sebelumnya berpasangan
dengan Sasori. Ia menggunakan teknik Fushi Tensei berusaha untuk mencuri tubuh
dari Itachi Uchiha, tetapi berhasil digagalkan Itachi dengan melumpuhkannya dan
memotong tangan kirinya. Setelah kejadian ini, Orochimaru meninggalkan
Akatsuki, dengan tetap membawa cincin Akatsuki yang masih tertinggal di tangan
dari tubuh aslinya. Orochimaru berniat untuk mengeliminasi Akatsuki, walaupun
ia dianggap telah mati. Apapun hubungan yang tersisa antara Orochimaru dan
Akatsuki, kelihatan mirip dalam waktu bekerja, di mana Orochimaru mempersiapkan
waktu selama tiga tahun untuk mengambil tubuh Sasuke dan Akatsuki dalam
mengangkap semua siluman berekor.